Warung Botol Pilihanku

Solusi Kemasan Pilihanmu
Kemasan botol farmasi

Apa Saja Informasi Yang Umumnya Tertera Pada Kemasan Botol Farmasi? Ini Pembahasannya


Pengemasan untuk obat-obatan tentu harus dilakukan dengan teliti dan memenuhi syarat pengemasan obat, baik kemasannya berupa kemasan botol farmasi maupun kemasan lain. Kemasan terdiri dari tiga jenis yaitu bahan kemasan primer, sekunder dan tersier.

Tahukah anda kemasan botol untuk farmasi itu termasuk jenis kemasan apa? Lalu pada kemasan botol untuk farmasi itu biasanya tertera informasi apa saja, ya? Ketahui jawabannya melalui artikel berikut ini.

Kemasan Botol Farmasi Termasuk Jenis Kemasan Apa?

Sebelumnya anda telah mengetahui bahwa ada 3 jenis bahan kemasan yaitu primer, sekunder dan tersier. Untuk kemasan botol farmasi itu termasuk ke dalam jenis bahan kemasan primer. Entah itu jenis botol gelas ataupun plastik, termasuk ke dalam kemasan primer. Tipe gelas farmasi yang biasanya paling umum ialah gelas amber, yang tampilannya bening dan dapat menjaga obat dari pancaran sinar UV yang bisa merusak obat tersebut.

Ada juga botol yang dari plastik, jenis-jenisnya yaitu PET, HDPE, dan PP. Penggunaan plastik untuk pengemas produk pangan dan juga obat tak terlepas dari keunggulannya yaitu bentuknya fleksibel jadi mudah untuk mengikuti bentuk produk yang dikemas. Selain itu bobotnya juga ringan, tak mudah pecah, mudah diberi label, harga terjangkau, mudah dibuat beraneka ragam warna, dan mudah diproduksi banyak-banyak. 

Terdapat pula berbagai macam pilihan bahan dasar plastiknya dan mudah ditemukan di toko yang jual botol plastik. Bahan kemas primer sendiri tidak hanya botol saja, tapi juga meliputi jenis kemasan lainnya. Yang termasuk bahan kemas primer selain botol adalah blister, strip, ampoule, vial, sachet dan tube.

Informasi yang Umumnya Tertera pada Kemasan Obat

Pada kemasan obat biasanya tercantum berbagai informasi terkait dengan produk obat tersebut, baik itu di kemasan primer seperti berupa botol, strip, tube, dll, maupun kemasan sekunder. Info tentang obat biasanya juga tercantum di brosur produk obat tersebut, yang mana bahkan biasanya informasi di sini lebih lengkap dan rinci dibandingkan informasi yang tercantum pada kemasan produk. Berikut berbagai informasi yang biasanya tercantum pada kemasan obat.

  • Nama obat
  • Logo obat
  • Komposisi
  • Indikasi
  • Dosis atau aturan pakai
  • Kontraindikasi
  • Efek samping
  • Peringatan dan perhatian
  • Interaksi obat
  • Petunjuk penyimpanan
  • Informasi tentang pabrik pembuatnya (manufacturer)
  • Informasi nomor batch dan juga ED (Expired Date) produknya
  • Nomor Registrasi
  • Harga Eceran Tertinggi (HET)

Penting sekali bagi perusahaan farmasi dan para praktisi kefarmasian untuk memahami dengan baik terkait pengemasan obat-obatan. Buruknya pengemasan tentu akan dapat menurunkan kualitas pada obat tersebut, bahkan bisa membahayakan konsumennya. Perusahaan farmasi harus selalu memastikan penyediaan packaging obat yang aman. Itulah terkait berbagai informasi yang biasanya tercantum di kemasan obat, termasuk di kemasan botol farmasi.

Share: