Kantong Plastik vs Kantong Kertas, mana yang lebih berbahaya ?

Kantong Plastik vs Kantong Kertas, mana yang lebih berbahaya ?

Assalaamu'alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh, 

Hallo sahabat Warung Botol, bagaimana kabarnya nih? Mimin do’akan semoga sehat sejahtera yaa, aamiin...


Pada artikel kali ini, mimin ingin membahas permasalahan yang sering dibicarakan oleh masyarakat dunia mengenai kantong plastik yang menjadi ancaman bagi masa depan dunia, dan beralih menggunakan kantong kertas maupun kain. Mau tahu lebih lanjut ? Yuk baca artikel ini sampai bawah!~

Gerakan mengurangi pemakaian kantong plastik kini banyak dilakukan. Namun jika kita berbicara mengenai perubahan iklim, kantong kertas dan kantong kain, justru berdampak buruk terhadap lingkungan, ketimbang kantong plastik. Karena yang selama ini kita lihat adalah sampah plastik dalam jumlah banyak dan menumpuk menjadi masalah lingkungan. Padahal awal mula diciptakannya kantong plastik ialah untuk menyelamatkan bumi.

Pada tahun 1959, Sten Gustaf Thulin di Swedia, menciptakan kantong plastik sebagai pengganti kantong kertas. Karena pada era itu semakin banyak penggunaan kantong kertas, maka semakin banyak juga penebangan pohon yang dilakukan. Lalu muncullah sebuah ide untuk membuat kantong plastik yang bisa bertahan lama, sehingga bisa digunakan berkali-kali, dan bermaksud untuk mengurangi penebangan pohon. "Bagi ayah saya, membuang kantong plastik sehabis digunakan adalah tindakan yang aneh. Dia selalu membawa kantong plastik yang terlipat dalam sakunya, itulah yang selalu ia bawa. Ketika kita membawa kantong plastik sendiri ketika berbelanja, dia sudah melakukannya pada tahun 1970an hingga 1980an. Itu yang selalu ia lakukan, karena baginya sangat mudah.", kata Raoul Thulin (anak dari Gustaf Thulin).

Sayangnya karena kita terlalu nyaman menggunakan kantong plastik, manusia menjadi malas. Padahal kantong plastik bisa digunakan berkali-kali. Namun sekarang langsung dibuang setelah sekali pakai. Saat ini, kantong plastik mulai dilarang disejumlah tempat dan menggantinya dengan kantong kertas maupun kain. Padahal justru itu lebih berbahaya bagi lingkungan. Prof. Margaret Bates (Pakar Pengelolaan Lingkungan) mengatakan "Produksinya membutuhkan energi dan air yang lebih banyak dan lebih berat. Tergantung dari mana asalnya dibuat, akan berdampak pada lingkungan juga dalam distribusinya ke toko-toko".

Dalam proses produksinya kantong plastik juga menggunakan energi yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan produksi kantong-kantong lainnya. Dampak terhadap lingkungannya seperti ini : satu kantong plastik yang sudah di daur ulang, sebanding dengan kantong kertas baru yang hanya bisa dipakai tiga kali, atau kantong kain baru yang hanya bisa dipakai 131 kali. Sementara kantong plastik ini bisa didaur ulang lagi.

Jadi, kantong berbahan apa yang harus kita gunakan untuk menyelamatkan bumi ? Ataukah pola pikir kita yang harus diubah ?
Yang harus di ingat ialah setelah menggunakan, jangan langsung dibuang ya!~

Share this Post:

Related Posts: